Benarkah kita mengutamakan DIA?

Ini benar-benar menyentuh hatiku. Waktu mendengar khotbah pendeta tadi pagi, aku benar2 tersentuh. Pendeta bilang jika kita hidup sebagai pengikut Yesus, maka kita harus bisa menjadi murid-Nya yang mengutamakan Dia di segala hal. Kita harus berkomitmen untuk selalu mengandalkan Dia. Apalagi kita akan mengahadapi masa-masa yang sulit seperti krisis ekonomi dan sebagainya. Trus Tadi juga ada sedikit video tentang seseorang yang diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk menjaga salib-Nya, walau org tuanya meninggalkan dia, dan teman2nya juga meninggalkan dia juga ditambah badai dan segala rintangan menghampiri dia, dia tetap menjaga salib yang diberikan Tuhan padanya. Dia terus berusaha mempertahankan itu walau apapun yang terjadi.

Sungguh ia bersungguh-sungguh untuk mengikut Tuhan. Trus aku berpikir. Kadang kita di dalam hidup ini tidak mengutamakan Tuhan. Disaat ada masalah, kita tidak langsung datang pada-Nya. Trus di situasi lain seperti pada saat hari Minggu kita gak ke gereja karena ada hal lain yang kita utamakan. Padahal Tuhan berkata kita harus mengutamakan Dia di segala laku kita maka Ia akan meluruskan jalan kita. Ini bukti bahwa kita kadang tidak mengutamakan Dia. Aku pernah mengalami hal seperti itu. Aku gak gereja karena ada pertemuan dengan teman2. Padahal seharusnya aku bisa gereja. Tapi aku tidak pergi. Aku sungguh minta maaf sama Tuhan karena aku tidak mengutamakan Dia di segala hal dalam hidupku. Aku tau aku gak akan bisa bertahan kalau tak mengandalkan dan mengutamakan Dia yang telah menciptakan aku. Aku ingin selalu mengutamakan Dia. Aku gak mau menjadikan dunia diatas Tuhan kita Yesus Kristus. Aku ingin melakukan segalanya hanya untuk kemuliaan Tuhan saja. Dan aku akan serahkan segalanya kepada Dia.
Kita jangan seperti orang yang mengutamakan hal2 berupa materi seperti yang ada dalam kisah berikut.
Seorang pengusaha mengendarai mobil Bmw barunya dan mengalami kecelakaan. Mobilnya jatuh kejurang. Sebelum mobilnya meledak dia sempat keluar dari mobil itu. Dan dia kembali keatas jalan. Sesampainya diatas, ada seorang yang datang ingin membantu dia. Dia berteriak: "Aduh mobil bmwku, sayang bener. Padahal itu baru kubeli". lalu seorang yang lain tadi berkata: "Pak tapi ada yang lebih penting yang bapak harus tau, Tangan Bapak telah puntung sebelah. Kita harus mencari tangan bapak dan segera ke rumah sakit untuk dioperasi. semoga masih berfungsi". Lalu dia sadar kalo tangannya puntung. Dan dia berkata lagi: "Aduh jam Rolexku yang mahal hilang juga".
Wah..sungguhlah orang ini mengutamakan materi dan harta kekayaannya. Walau dia lagi kesakitan dan tangannya udah puntung, tapi bisa2nya dia memikirkan hartanya.
Seharusnya kita tidak mengutamakan yang lainnya kecuali Dia yang menciptakan kita.
Tapi ada sikap yang patut kita contoh dari orang ini. Sikapnya yang mengutamakan hartanya walau dalam keadaan apapun. Tapi kita bukan mengutamakan harta melainkan mengutamakan Tuhan kita diatas segala-galanya.
Terima kasih Tuhan engkau telah memberikan aku pengertian yang seperti ini. Aku minta ampun karna kadang aku tak mengutamakan-Mu. Aku akan berusaha untuk terus mengutamakan-Mu disegala hal.Amin.
GBUs

3 comments: (+add yours?)

BloGendeng said...

Ada sisi lain yg bisa kita pelajari, yaitu harus selalu bersyukur. Orang kaya itu ngga bersyukur dengan hidup yang masih dimilikinya. Uang bisa dicari lagi, tapi keselamatan itu ngga datang dua kali. nice post,bro

-G- said...

Jadi ingat janji2 yg tidak saya tepati kepadaNya.. Pdhl Dia harus jadi pusat dari segalanya dalam segala segi kehidupan saya.

Thx... GBU

Bigyst said...

iya bener..Tuhan harus menjadi pusat segalanya

Post a Comment