Pernyataan Allah dari mulai penciptaan sampai Surga yang baru dan bumi yang baru dalam kehidupan manusia dan sejarah diagi dalam 8 masa :
1. Masa tanpa dosa
Dari penciptaan sampai kejatuhan manusia ke dalam dosa. Tidak diketahui berapa lama tapi kemungkinan singkat saja.
2. Masa kesadaran (hati nurani)
Dari kejatuhan dalam dosa sampai waktu datangnya air bah.
Ini berlangsung kira-kira 1650 tahun.
3. Masa pemerintahan manusia
Dari waktu Air Bah sampai Menara Babel dan panggilan kepada Abraham. Masa ini lebih kurang 450 tahun.
4. Masa janji
Dari panggilan pada Abraham sampai keluarnya orang Israel dari Mesir. Berlangsung juga lebih kurang 450 tahun.
5. Masa Hukum Taurat
Mulai keluarnya orang Israel dari Mesir sampai Tuhan Yesus lahir. Masa ini berlangsung kira-kira 1500 tahun.
6. Masa Anugrah
Mulai dari masa Tuhan Yesus di bumi (sudah berlangsung lebih kurang 200 tahun)
sampai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
7. Masa kesusahan besar
Mulai dari kedatangan Tuhan Yesus untuk menjemput orang percaya sampai kedatanganNya bersama orang-orang kudus-Nya ke bumi di peperangan Har-magedon. Masa 7 tahun (Daniel ; 70 minggu)
8. Masa Kerajaan 1000 tahun
Mulai dari kemenangan pada peperangan Har-magedon sampai pemberontakan terlahir terhadap Allah dan Kristus (Yang diurapi-Nya). Disinilah masa-masa berakhir selanjutnya dunia akan hangus, pengadilan terakhir, Gehenna dan akhirnya Surga yang baru dan Bumi yang baru.
Rencana Keselamatan Allah Dalam Beberapa Masa
Kasih Karunia
Bahan bacaan diambil dari Efesus 2:1-10. Dari bacaan tersebut, dapat diambil sebuah pesan yang sungguh memberikan kita kesenangan yang luar biasa jika kita bisa melaksanakan isi dari firman itu. Jadi, dikatakan bahwa semuanya adalah karena kasih karunia. Apakah kasih karunia itu? dan bagaimanakah kita menerimanya? serta adakah hal lain yang dapat kita lakukan jika tidak kasih karunia tersebut yang kita terima?
Di sini, menurut yang penulis dapat dari bacaan tersebut dan juga dari sumber-sumber lain yang membuat penulis semakin mengerti akan isi firman tersebut, akan dipaparkan dari awal mengapa kasih karunia itu yang harus kita miliki.
Secara umum semua manusia telah dianugrahkan kasih karunia tersebut. Tinggal kita pribadi masing-masing mau menerima atau tidak. Apakah kasih karunia itu? kasih karunia itu adalah kasih yang dianugrahkan Tuhan kepada kita lewat pribadi Kristus Yesus yang mati di kayu salib untuk menebus dosa kita umat manusia. Dan Tuhan telah menetapkan satu-satunya jalan menuju kesurga yaitu hanya melalui Yesus Kristus. Tak ada jalan lain. Dari bahan bacaan kita, dikatakan bahwa keselamatan itu bukan hasil usaha kita sendiri tetapi kasih karunia Allah yang diberikan secara cuma-cuma. Sangat simpel bukan. Hanya dengan kasih karunia, kita dapat menuju surga. Dengan kita menerima kasih karunia, berarti kita menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat kita dan memulai hidup baru yang berada di jalanNya. Sifat lama kita seperti nafsu akan kedagingan kita akan kita tinggalkan dan memiliki komitmen untuk berjalan dan beriman teguh kepada Tuhan. "Hanya satu jalan"yaitu Dia yang telah mati di kayu salib untuk kita umat manusia.
Apakah ada cara lain untuk menuju surga tersebut? jawabannya adalah TIDAK. Telah ditetapkan satu jalan yang benar dan telah dianugrahkan kepada kita KASIH tersebut tinggal diri kita mau menerima atau tidak. Usaha kita akan percuma. Tak ada gunanya. Hanya dengan kasih karunia itulah kita dapat diselamatkan.
Jangan Berdusta
Dalam Keluaran 20 : 16, kita dihimbau untuk tidak bersaksi dusta. Ayat ini merupakan bahan khotbah di gerejaku minggu ini. Dikatakan bahwa saksi dusta itu sama dengan kebohongan. Dan itu benar-benar absolut. Artinya, sekali berbohong, tetaplah itu merupakan kebohongan. Walau itu demi "kebaikan", tapi tetap saja itu kebohongan. Dan juga, yang paling berhubungan erat dengan hal ini adalah mulut kita yang menjadi perantara segala kebohongan kita diperdengarkan ke orang orang. Jadi, seperti di dalam Amsal 10 : 19, hendaknya kita menjaga bibir kita, karena di dalam banyak bicara akan ada pelanggaran.
Untuk meminimalisasikan segala pelanggaran itu, hendaklah kita berpikir akan apa yang kita ingin bicarakan dan hendaknya itu adalah sebuah kebenaran bukan sesuatu dusta. Hal lain yang terkait sesuai ayat dalam Keluaran di atas adalah bahwa kita dilarang untuk bersaksi dusta akan sesama kita. Dan siapakah sesama itu. Dalam khotbah itu dikatakan bahwa sesama disini berarti semua orang. Baik itu diri kita sendiri juga orang lain. Hendaknya kita tidak menceritakan atau mengatakan hal yang tidak benar akan diri kita atau diri orang lain kepada yang lainnya.
Dalam kehidupan ini, semua orang dan itu pasti bahwa semua kita pernah berdusta. Semua kebohongan itu akan terbuka nantinya walau ditutupi. Jadi marilah kita bersama-sama untuk menjaga diri agar tetap taat dan patuh akan firman itu dan kita melakukan apa yang baik dan sesuai dengan perkataan kita. Agar perkataan kita itu tidak menjadi dusta belaka.
Bagaimana kita Bertumbuh
Roma 10 : 17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Sesuai dengan firman Tuhan di atas, apakah yang dapat membuat kita bertumbuh hari demi hari dan semakin kudus dalam menjalani hari-hari yang jahat ini? Berikut akan dibahas mengenai firman di atas.
Jadi, iman timbul dari pendengaran. Kita beriman, berarti kita percaya apa yang kita imani. Oleh pendengaran kita itu maka kita percaya.
Darimanakah berasal pendengaran kita itu, apakah dari Tuhan atau dari hal lain. Ada baiknya itu berasal dari Dia yang telah mencipatakan kita. Kita dapat mendengar Dia melalui apa yang tertulis di Alkitab, yaitu firmanNya. Dan untuk apakah firmanNya itu bagi kita, firman itu adalah makanan bagi rohani kita. Sama seperti seorang bayi yang harus diberi makan dan minum oleh ibunya agar iya bisa bertumbuh. Apabila si ibu memberikan hal yang baik, maka baiklah anak itu tumbuhnya. Begitu juga iman kita yang harus diberi makan setiap hari agar bisa bertumbuh dan berbuah nantinya. Kita harus memberinya makanan yang baik yaitu dengan membaca firman Tuhan karena itulah makanan bagi rohani kita. Jika kita mengerti akan firman itu dan melakukan serta mengimaninya, kita tak akan gentar dalam menjalani hari hari yang jahat ini.
Tindakan Iman dan Kata-kata Iman
Apakah yang terpenting dari kedua hal yang disebutkan di judul di atas? Sesuai dengan apa yang aku baca dan aku rasakan, kedua hal tersebut merupakan hal yang harus kita miliki sebagai seseorang yang beriman. Di saat kita beriman, maka perkataan kita juga akan mengandung hal-hal yang kita imani. Dimulai dari kita mengatakan hal-hal yang mengandung cerita akan kasih Kristus kepada orang lain yang belum mengenal Dia. Hal ini sangat bagus, karena dengan perkataan, orang sering menjadi sadar akan perbuatannya dan berbalik ke jalan yang benar. Tapi, ingat bahwa mulut kita bisa juga menjadi harimau bagi kita. Di saat kita mengatakan perkataan-perkataan tadi, kita juga harus membarengi perkataan itu dengan tindakan iman. Artinya adalah kita juga melakukan apa yang kita katakan.
Bagaimana mungkin orang akan percaya terhadap apa yang kita katakan kalau mereka tidak melihat kita melakukan hal tersebut. Biarkan mereka melihat segala hal yang terjadi di dalam hidup kita, dan akan terjadi kesesuaian antara perkataan dan tindakan kita. Jika tindakan kita tak sesuai dengan perkataan kita, maka itu semua adalah tidak mungkin untuk membuat mereka percaya. Jadi artinya kita harus melakukan apa yang kita imani dan kita katakan kepada orang-orang. Seseorang berkata berulang kali padaku Talk Less Do More! Hal ini akan lebih baik bagi kita semua dan juga akan lebih berpengaruh kepada orang-orang yang ingin kita bawa ke jalan yang benar.



